Monday, 31 August 2015

Kisah seorang pendeta yang masuk islam

Kisah seorang pendeta yang masuk islam

Ada seorang pendeta yang sangat arif dan berpengaruh di Baghdad yang memiliki banyak pengikut. Pendeta ini memiliki banyak ilmu pengetahuan bukan hanya tradisi keilmuan Yahudi, Kristen, tetapi juga ilmu keislaman. Dia mengetahui banyak tentang islam dan Al-Quran dan sangat mencintai dan menghormati Nabi Muhammad SAW. Khalifah menghormati pendeta itu dan berharap ia dan pengikutnya pada suatu saat nanti bisa menjadi muslim. Memang, dia siap menerima agama islam kecuali satu hal. Satu hal yang mencegahnya untuk menerima atau untuk memahami adalah tentang Mi'raj-nya Nabi Muhammad SAW ke langit dalam hidupnya.
Mi'raj itu terjadi pada malam hari, Nabi Muhammad SAW berangkat badan dan jiwanya dari Madinah ke Yerussalem dan dari sana dilanjutkan ke tujuh langit dimana dia menyaksikan banyak peristiwa. Dia melihat surga dan neraka dan naik terus hingga bertemu dengan tuhan, yang menyampaikan sembilan puluh ribu kata dengan Muhammad SAW. Nabi SAW kembali sebelum tempat tidurnya berubah menjadi dingin dan sebelum daun yang telah disentuhnya dalam berjalanan berhenti bergetar.
Akal sang pendeta itu tidak dapat menerima Mi'raj-nya Nabi SAW yang dikisahkan itu. Memang, ketika Nabi SAW sendiri mengumumkan peristiwa isra'-mi'raj sehari setelah kejadian, banyak umat islam yang tidak percaya dan meningalkan agama merekan. Ini kemudian menjadi ujian bagi iman yang sejati, karena akal tak dapat memahami peristiwa semacam ini.
Khalifah memperkenalkan semua orang bijak dan ulama yang ada eaktu itu kepada sang pendeta untuk menghilangkan keraguannya, tetapi tak satupun yang berhasil. Kemudian disuatu malam khalifah mengirim sruat ke Hadrat Syeikh Abd al-Qadir Jilani memintanya agar dia dapat meyakinkan pendeta itu tentang kebenaran peristiwa ira' dan mi'raj.
Ketika Syeikh Abd al-Qadir Jilani datang ke istana dia mendapati sang khalifah dan pendeta tengah bermain catur. Ketika sang pendeta mengangkat bidak catur untuk memindahkannya, pandangannya menatap mata Syeikh. Dia mengedipkan matanyaa...dan saat dia membuka matanya kembali dia tiba-tiba menemukan dirinya sendiri sedang terendam air sungai yang mengalir deras!. Dia berteriak minta tolong ketika seorang penggembala muda meloncat ke ari untuk menolongnya. Ketika penggembala itu memeganginya, dia tersadar kalau dia telanjang dan berubah menjadi gadis belia.
penggembala itu menariknya keluar air dan menannyakannya anak gadis itu siapa dan tinggal dimana. Ketika pendeta itu menyebut Baghdad, penggembala itu mengatakan bahwa merika kini berada dan jaraknya beberapa bulan perjalanan dari kota ini. Penggembala itu menghormati perempuan itu dan menjaganya serta melindunginya, tetapi akhirnya setelah peruempuan itu tidak tahu kemana harus pergi, penggembalan itu menikahinya. Mereka memiliki tiga anak, yang sedang beranjak dewasa.
Suatu hari setelah mencuci pakaian di sungai yang sama dimana dia pernah berjumpa beberapa tahun yang lalu, perempuan itu tergelincir dan jatuh kesungai. Setelah membuka matanya.......tiba-tiba dia sedang duduk di sebelah khalifah sedang memegang anak-anak catur dan masih menatap mata Hadrat Syeikh Abd al-Qadir Jilani, yang bertanya padanya "Sekarang, tuan pendeta, apakah tuan masih tidak percaya?".
Sang pendeta tidak yakin tentang apa yang telah terjadi padanya dan berfikir apakah semua ini mempi, dijawab dengan kata-kata "Apa artinya ini?", "Mungkin tuan ingin melihat keluarga tuan?" Sang wali mencari tahu. Setelah membuka pintu, disana berdiri penggembala dan tiga anaknya. Melihat hal ini, sang pendeta menjadi percaya. Dia dan pengikutnya yang berjumlah 5.000 umat kristen berpindah menjadi muslim atas peran Syeikh Abd al-Qadir Jilani.


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Monday, August 31, 2015